Kamis, 04 Oktober 2007

UPN "Veteran" Diharapkan Menjadi Pilar .........


UPN "Veteran" Diharapkan Menjadi Pilar Dalam rangka
Mewujudkan Sistem Pertahanan Nir-militer

22 Mei 2007


Jakarta, DMC - Program kegiatan bersama tiga UPN "Veteran" dengan sebutan SIMADA III/2007 adalah suatu upaya untuk dapat meningkatkan kerjasama antar mahasiswa UPN "Veteran" di tengah-tengah dinamika tantangan perlunya membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang produktif.

Oleh karena itu, Departemen Pertahanan mengharapkan agar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" menjadi salah satu pilar di kalangan Perguruan Tinggi swasta dalam memelopori upaya melahirkan kekuatan komponen cadangan dan pendukung dalam rangka mewujudkan sistem pertahanan negara nir-militer.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Umum Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman (YKPBS), Selasa (22/5), saat memberikan sambutan pada upacara pembukaan Pekan Program Kegiatan Bersama Integrasi Mahasiswa Dewasa (SIMADA) III/2007 UPN "Veteran"Yogyakarta, Jawa Timur dan Jakarta, di Surabaya.

Menurut Sekjen Dephan, Kegiatan SIMADA ini pada hakekatnya mempunyai beberapa makna, yaitu untuk mewujudkan kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antar ketiga UPN "Veteran" baik di kalangan pembina maupun mahasiswa. Disamping itu, untuk mewujudkan sikap saling peduli dan berbagi pengalaman demi kemajuan bersama, serta untuk mewujudkan dan mengembangkan sinergi dari ketiga UPN "Veteran", sehingga dapat terus berpacu menuju kepada universitas yang maju, mandiri dan modern.

Melalui SIMADA III/2007 ini, Sekjen Dephan mengharapkan dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan. "Karena hanya dengan persatuan dan kesatuanlah UPN "Veteran" akan tumbuh, kokoh dan berkembang," tegasnya.

Sekjen Dephan juga menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh civitas akademika UPN "Veteran" yang telah berupaya bersama-sama membangun UPN "Veteran" menjadi lebih maju. Momentum seperti ini diharapkan dapat terus dipelihara dan ditingkatkan guna menempatkan UPN "Veteran" sebagai dapur SDM intelektual yang handal.

Sementara itu kepada wartawan usai membuka SIMADA III/2007, Sekjen Dephan menjelaskan bahwa sistem pertahanan negara memiliki dua poros, yaitu poros pertahanan militer, dimana yang menjadi penjuru intinya adalah TNI dan poros pertahanan non militer yang berupa pengelolaan potensi Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Buatan. "SDM yang dibutuhkan adalah SDM yang berintelektual tinggi," tegas Sekjen.

Dijelaskannya, untuk mempertahankan suatu negara tidak cukup hanya dengan menggunakan senjata, tetapi juga menggunakan unsur non militer, seperti ilmu pengetahuan, teknologi dan nilai-nilai budaya. "Nah itu ada didalam suatu undang-undang pertahanan negara, pelaksanaannya akan diatur dalam undang-undang komponen cadangan dan komponen pendukung," ujar Sekjen Dephan. (DAS/HDY)

www.dmc.dephan.go.id
Readme More....

Tidak ada komentar: